Opini : DILARANG MEMBAWA MAKANAN/MINUMAN DI ARENA BELAJAR

Seringkali kita membaca tulisan semacam itu ketika berada pada tempat-tempat belajar umum kecuali ruang kelas karena itu memang jelas aturannya, berani melakukan dan ketahuan siap-siap keluar kelas apalagi dengan dosen kiler. Dan di aula asrama ITS jelas dan besar sekali tulisan itu ada dengan huruf kuning dan background Biru.

 

Dan yang saya bingung kenapa ketika tulisan itu terpampang jelas, kok masih ada saja yang makan-makan di arena belajar. Ckckckck… Makanan berat ataupun makanan ringan (kebanyakan). Sama aja, banyak sekali sampahnya bertebaran.

Itu membuktikan masih banyaknya ketidakpedulian yang terjadi dimasyarakat Indonesia. Dari contoh kecil diatas aja sangat banyak yang melanggar. Ini sebenarnya yang salah siapa? Yang membuat peraturan karena tidak sesuai dengan kepengen masyarakat atau memang masyarakatnya yang suka melanggar peraturan.

Asrama ITS itu contoh yang sangat kecil, masyarakat Indonesia itu sangat suka mengerjakan hal yang memang jelas terpampang larangannya. Kalau kita berpikir bagaimana semua peraturan itu kita balik saja kata-katanya. Menjadi “Silahkan membawa makanan/minuman sebanyak-banyaknya di arena belajar”, kira-kira kalau diterapkan di Indonesia apa akan bertingkah laku sebaliknya dengan tidak makan dan minum di arena belajar?? TIDAK MUNGKIN !! Masyarakat Indonesia itu pada dasarnya tau yang benar bukan karena peraturan yang terpampang jelas dan mereka cenderung menerapkan sebaliknya dari hal yang benar, di aula asrama sengaja membawa makanan secara sembunyi-sembunyi agar tidak terlihat petugas asrama, walaupun sebenarnya petugas asarama sudah sangat mengetahuinya, dan sangat disayangkan hanya ada beberapa orang yang berani menegur dengan sangat tegas, tapi memang beginilah adanya. Sangat menyedihkan pola pikir seperti ini.

Ketidakpedulian kecil seperti yang membuat bangsa Indonesia terpuruk, dengan pola pikir yang memang sejak kecil seperti itu akan menjadi kebiasaan setelah dewasa. Contohnya saja banyak pemerintah yang tidak memperdulikan keadaan rakyatnya, walaupun sudah banyak sekali protes dimana-mana, kalau dibilang sudah habis ini cara masyarakat untuk meminta perhatian pemerintah misalnya demo, protes langsung, kecaman-kecaman lewat media masa baik tertulis maupun  internet. Tapi apa yang didapat, tidak ada perubahan, yang ada hanya janji-janji palsu ketika kampanye kekuasaan.

Sebenarnya yang terpenting untuk diperbaiki adalah pola pikir dan tingkah laku masyarakatnya, kita harus menanamkan sejak dini. Disekolah bukan hanya pelajaran yang didapat tapi seharusnya juga ada pembelajaran dengan praktek secara langsung tentang perilaku yang baik dan benar.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s