Keterampilan Interpersonal 1 : Manajemen Diri

Setelah 7 minggu kuliah Outdoor Keterampilan Interpersonal dengan berbagai materi dan permainan untuk menjadi Team Work yang baik, selanjutnya Keterampilan Interpersonal outdoor kuliah tentang Manajemen Diri, dari mata kuliah ini kita di manage untuk menjadi individu yang lebih baik. Pertemuan pertama dengan tema kuliah yang baru ini, kita disajikan sebuah tayangan film dengan judul “Good Will Hunting”, yang menceritakan kisah Will Hunting, seorang “prodigy” yang bermasalah dan bekerja sebagai “janitor” di Massachusetts Institute of Technology meskipun pengetahuannya dalam matematika lebih superior dibanding dengan seluruh orang lain di fakultas tersebut. Dari film ini kita menyimpulkan beberapa pelajaran hidup yang disampaikan, antara lain dimana dia bisa menemukan jati dirinya sendiri. Oleh karena itu untuk memanage diri kita untuk menjadi lebih baik, maka kita harus menemukan jati diri kita terlebih dahulu. Jati diri bisa diperoleh misalnya menggunakan Jendela Johari.

Jendela Johari

Jendela Johari (Joseph Luft dan Harrington V. Ingham) ini mencerminkan tingkat keterbukaan seseorang yang dibagi dalam empat kuadran, Kuadran-kuadran tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut:

  • Open

Menggambarkan keadaan atau hal yang diketahui diri sendiri dan orang lain. Hal-hal tersebut meliputi sifat-sifat, perasaan-perasaan, dan motivasi-motivasinya. Orang yang “Open” bila bertemu dengan seseorang akan selalu membuka diri dengan menjabat tangan atau secara formal memperkenalkan diri bila berjumpa dengan seseorang. Diri yang terbuka, mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri demikian juga orang lain diluar dirinya dapat mengenalinya.

  • Blind

Disebut “Blind” karena orang itu tidak mengetahui tentang sifat-sifat, perasaan-perasaan dan motivasi-motivasinya sendiri padahal orang lain melihatnya. Sebagai contoh, ia bersikap seolah-olah seorang yang sok akrab, padahal orang lain melihatnya begitu berhati-hati dan sangat tertutup, tampak formal dan begitu menjaga jarak dalam pergaulan. Orang ini sering disebut sebagai seseorang yang buta karena dia tidak dapat melihat dirinya sendiri, tidak jujur dalam menampilkan dirinya namun orang lain dapat melihat ketidak tulusannya.

  • Hidden

Ada hal-hal atau bagian yang saya sendiri tahu, tetapi orang lain tidak. Hal ini sering teramati, ketika seseorang menjelaskan mengenai keadaan hubungannya dengan seseorang. “Saya ingat betul bagaimana rasanya dikhianati pada waktu itu, padahal aku begitu mempercayainya”. Luka hati masa lalunya tidak diketahui orang lain, tetapi ia sendiri tak pernah melupakannya.

  • Unknown

Dikatakan “Unknown”, karena baik yang bersangkutan, maupun orang lain dalam kelompoknya tidak mengetahui hal itu secara individu. Sepertinya semua serba misterius

Jendela Johari juga bisa menjelaskan tingkat keterbukaan seseorang terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.

Orang tipe I:

Merupakan orang yang terbuka. Terbuka kepada orang lain dan terbuka untuk orang lain menilai dan memberi masukan tentang dirinya.

Orang tipe II :

Merupakan orang yang menyembunyikan sebagian dari kebenaran tentang dirinya. Artinya ada hal-hal atau bagian yang dia sendiri tahu tapi orang lain tidak. Contohnya orang yang sakit hati dengan orang lain. Orang lain belum tentu tahu, tapi dia tahu.

Orang tipe III:

Merupakan orang yang buta. Disebut buta karena orang itu tidak tahu tentang sifat-sifat, perasaan-perasaan dan motivasi-motivasinya sendiri padahal orang lain melihatnya. Contohnya adalah orang yang sok akrab, padahal orang lain melihat dia sebagai seorang yang sangat berhati-hati dan tertutup, formal dan begitu menjaga jarak dalam pergaulan.

Orang tipe IV:

Merupakan orang tipe paling tertutup. Tidak mau membuka dirinya keluar maupun menerima pendapat/masukan/feedback dari luar. Panggilan yang tepat untuk yang yang demikian adalah orang yang misterius.

Tes Jendela Johari dilakukan dengan memberi daftar berisi 55 kata sifat kepada subyek tes. Dari 55 kata sifat tersebut, subyek tes akan diminta untuk memilih lima atau enam kata sifat yang paling mencerminkan diri mereka. Anggota peer dari subyek tes ini kemudian akan diberikan daftar yang sama dan diminta untuk memilih lima atau enam kata sifat yang menurut mereka paling menggambarkan pribadi sang subyek tes. Hasil tersebut akan dicek silang dan dimasukkan dalam kuadran-kuadran yang tersedia.

Ke 55 kata sifat tersebut adalah: able, accepting, adaptable, bold, brave, calm, caring, cheerful, clever, complex, confident, dependable, dignified, energetic, extroverted, friendly, giving, happy, helpful, idealistic, independent, ingenious, intelligent, introverted, kind, knowledgeable, logical, loving, mature, modest, nervous, observant, organized, patient, powerful, proud, quiet, reflective, relaxed, religious, responsive, searching, self-assertive, self-conscious, sensible, sentimental, shy, silly, spontaneous, sympathetic, tense, dan trustworthy.

(http://www.muliapardosi.com)

 

Berikut adalah jendela Johari saya, saya share dalam bentuk pdf.

JOHARI

Berdasarkan tipe-tipe yang diberikan saya lebih cenderung termasuk pada tipe I, karena saya merupakan orang yang terbuka. Terbuka kepada orang lain dan terbuka untuk orang lain menilai dan memberi masukan tentang diri saya. Saya termasuk orang yang mempunyai personality jenis Sanguinis. Dimana saya orang berkepribadian menarik dan selalu antusias dengan lingkungan sekitar saya. Akan tetapi orang sanguinis pelupa dan polos serta kedewasaannya masih sangat kurang, saya merasa masih kekanak-kanakan.

Pada titik OPEN diatas merupakan sebuah titik terang pada diri saya dimana orang mengetahui itu terdapat pada diri saya dan sayapun merasa seperti itu, dengan mengetahui itu kita bisa menentukan mau jadi apa kita selanjutnya, dengan nilai yang terdapat pada diri kita tersebut kita mampu memperbaiki apabila ada yang kurang pada diri kita dan menjadikannya lebih baik agar dapat mendukung kemana arah tujuan dan sasaran hidup kita. Titik terang tersebut, antara lain :

  • Saya sering kali Nerveos menghadapi sesuatu hal. Dengan mengetahui hal ini dan orang lainpun menilainya seperti itu maka saya akan berusaha mengurangi hal tersebut. Karena sebenarnya Nerveous sangat merugikan diri kita sendiri, nerveos bisa mengakibatkan kita tidak konsentrasi pada sesuatu yang kita lakukan. Maka hal itu akan mengganggu hal yang lain. Disini dibutuhkan sifat tenang dalam menghadapi suatu masalah dan saya harus belajar lebih tenang menghadapi semuanya
  • Saya selalu berusaha cheerful dimanapun saya berada. Dengan keceriaan saya, saya bisa menghibur siapapun yang berada disekitar saya.
  • Saya selalu berusaha menjaga rahasia orang lain sehingga dapat menjadi trustworthy. Ini bisa menjadi modal saya dalam masa depan untuk menjadi orang yang dipercaya, karena sifat ini sudah sangat sulit ditemukan pada jaman sekarang.
  • Saya seorang yang sympathetic pada lingkungan sekitar. Dengan hal itu saya mampu lebih mendekatkan diri pada kegiatan-kegiatan sosial, sehinggan saya bisa sukses dengan modal rasa simpati yang saya miliki.
  • Dengan simpati saya menjadi caring pada orang lain. Saya merasa dengan simpati tersebut saya mampu care pada orang lain, sehingga orang lainpun dapat menyukai saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s